Selasa, 03 Mei 2011

UP1 Blok 5

LO:
1. Dapat memahami dan menjelaskan proses perkembangan sistem saraf pusat.
2. Dapat mengerti dan memahami susunan makroanatomi dan mikroanatomi sistem saraf pusat.
3. Dapat memahami dan menjelaskan fungsi dan mekanisme kerja sistem saraf pusat.

Proses Perkembangan Sistem Saraf Pusat

Proses perkembangan otak meliputi beberapa tahap, antara lain:
1. Tahap neuralisasi
Neuralisasai dibagi menjadi dua yaitu neuralisasi primer dan neuralisasi sekunder.
Pada neuralisasi primer dimulai dengan pembentukan tabung saraf. Pembentukan sistem saraf pusat, sel saraf dan sel glia berasal dari regio khusus ectoderm, yang disebut neural plate, tepatnya di regio dorsalis embrio yang mengalami diferensiasi, dan ini tergantung pada sinyal dari lapisan dibawahnya yaitu mesoderm dimana mesoderm ini berasal dari notochord. Bagian dasar notochord dan chordal mesoderm akan membentuk lempeng saraf, dilanjutkan dengan bagian lateral lempeng saraf mengalami invaginasi dan bagian dorsal menutup hingga membentuk tabung saraf. Proliferasi sel banyak terjadi di sepanjang garis neural plate daripada di garis tengah (midline), sehingga akan terbentuk susunan yang disebut Neural groove. Naural groove menutup membentuk neural tube. Selama fase penutupan, cikal bakal sel neuron mulai diproduksi, dan sel-sel tersebut akan menjadi ganglia radix dorsalis, ganglia sensoris nervi cranialis, ganglia autonomic, sel schwann dan sel pia serta arachnoid). Tabung saraf akan menjadi susunan saraf pusat. Bagian caudal dari neural tube membentuk spinal cord/medulla spinalis, sementara itu bagian rostral membentuk otak/badan otak. Sel glial (makroglia) dari system saraf pusat juga berasal dari neuroepithelium, dan isi dari neural tube membentuk system ventricular
2. Tahap Prosensafalic
Perekembangan prosessafalic terjadi dari mesodermal pecordal. Pada awal perkembangannya bagaian orstral dari neural tube ini akan membentuk tiga ruang primer yaitu
a. Prosencephalon atau forebrain. Forebrain ini juga akan membentuk ruang sekunder yaitu telencephalon atau cerebral hemispere dan dan dienchephalon atau talamus dan hipothalamus.
b. Mesencephalon (midbrain), Mesenchepalon tidak akan terbagi atau tetap, selama perkembangan otak.
c. Rhombencephalon (hindbrain), Rhombencephalon juga akan membentuk dua ruang sekunder yaitu metencephalon atau pons dan Myelencephalon atau medulla.
Nanti pada akhirnya otak akan menjadi 5 bagian definif.
Sebelum berakhir rongga dalam bumbung neural akan menjadi ventrikel di enchepalon dan canalis centralis di dalam medula spinalis. Sedangkan ventrikel otak akan dibagi lagi, yaitu :
• ventricel I dan II : dalam lobi telencephalon kiri dan kanan
• ventricel III : di bagian posterior telencephalon dalam diencephalon
• aquaductus Sylvii: berupa saluran sempit dalam mesencephalon
• ventricel IV : dalam rhombencephalon (met dan myelencephalon)
3. Tahap Proliferasi Neural
Pada fase awal proliferasi, sel stem membelah secara simetris menjadi dua, dengan cara tersebut unit proliferasi stem neuronal-glia berkembaang.
Seluruh neuron dan glia dibuat di zona ventrikuler dan subventrikuler yang ada pada lokasi subependymal di setiap tingkatan perkembangan susunan saraf. Dua fase yang terjadi pada fase proliferasi secara primer dengan proliferasi neural dan radial glia secara umum. 2. secara primer berkaitan dengan multiplikasi glia. Pada tahap akhir, terjadi proliferasi percabangan vaskuler, system arterial terbentuk lebih dahulu daripada system vena, proliferasi tersebut terutama aktif selama fase proliferasi neuronal.
4. Tahap Migrasi
Migrasi merupakan peristiwa yang berkelanjutan, diman jutaan sel saraf berpindah dari zona ventrikel dan subventrikel ke tempat yang spesifik di Sistem Saraf Pusat.
Migrasi mepunyai dua poladasar migrasi neuronal berupa migrasi kearah radial dan tangensial. Di dalam cerebrum, migrasi radial dari sel-sel yang berasal dari zonaa ventrikuler dan subventrikuler merupakan mekanisme utama dalam pembentukan korteks dan struktur nukleus profundus. Di dalan cerebellum, migrasi radial menyebabkan terbentuknya sel purkinje, nukleus dentatus dan nukleus bagian atas yang lainnya. Migrasi tangensial merupakan perpindahan sel menuju permukaan pial, jugaa berlangsung dalam zona ventrikuler dan ventrikuler untuk membentuk korteks cerebri. Migrasi ke lateral paralel dengan permukaan pial sering terjadi setelah periode migrasi radial dalam upaya membentuk kelompok nauronal dalam batang otak dan medula spinalis.
a) Pembentukan sel-sel pendukung, eliminasi dan apoptosis
b) Tahap Myelinisasi, yaitu proses pembentukan membran myelin sepanjang axon dan memerlukan waktu yang panjang.


Susunan Makroanatomi dan Mikroanatomi Sistem Saraf Pusat


- Susunan Makroanatomi
Sistem saraf pusat meliputi otak (encephalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.
1. Duramater; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak.
2. Arachnoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan cerebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela-sela membran araknoid. Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
3. Piamater. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme.
Meninges yang masuk ke dalam fissura longitudinalis dinamakan Falx cerebri. Meninges yang masuk ke dalam fissura transversal dinamakan Tentorium cerebelli. Pertemuan antara keduanya disebut Portuberantia occipitalis interna fibrosa.

Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:
 badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea).
 serabut saraf bermyelin yang membentuk bagian materi putih (substansi alba).
 sel-sel neuroglia, yaitu sel penyokong yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih.

1. Cerebrum
Cerebrum merupakan otak besar yang merupakan bagian terbesar dari encephalon dan berpasangan. Permukaan dorsal terdapat banyak lipatan konveks yang disebut gyri. Gyri merupakan tonjolan-tonjolan yang dipisahkan oleh parit-parit yang dinamakan fisura atau sulci. Beberapa sulci pada cerebrum:
 Sulcus coronalis
 Sulcus suprasylvia
 Sulcus sylvia
 Sulcus ectolateralis
 Sulcus ectomarginalis
 Sulcus entolateralis

Gyri ini berfungsi untuk meperluas permukaan otak. Cerebrum terdiri dari hemispherium cerebri dexter dan sinister. Keduanya dipisahkan oleh celah yang dalam yang disebut fisura longitudinale. Sedangkan hemispherium cerebri dipisahkan dari cerebellum dengan adanya fissura transversa.
Cerebrum bagian dorsal terdiri dari beberapa lobus sesuai letak tulang yang berada di atasnya, yaitu lobus frontalis, lobus parietalis, lobus temporalis dan lobus occipitalis. Sedangkan di bagian ventral terdapat lobus pyriformis.
Didalam otak terdapat beberapa ventrikel:
 Ventrikel lateral dexter dan sinister (ventrikel 1 dan 2) yang dibatasi olehh septum pellucidum. Atapnya disebut corpus callosum, sedangkan lantainya disebut fornix. Isi dari ventrikel lateral adalah nukleus caudatus, pleksus coroideus yang menghasilkan cairan cerebrospinal, dan hypocampus.
 Ventrikel 3, mengelilingi thalamus, atapnya disebut fornix. Ventrikel lateral dan ventrikel 3 dibatasi oleh foramen interventricularis.
 Ventrikel 4, terletak diantara brainstem dan cerebellum. Antara ventrikel 3 dan 4 dibatasi oleh aquaductus cerebri atau canalis mesencephali.
2. Cerebellum
Cerebellum terdapat di caudal hemispherium cerebri. Di dalam cerebellum terdapat bentukan seperti cacing, dinamakan vermis cerebelli.
3. Brainstem
Brainstem terdiri dari pedenculli cerebri, pons atau jembatan varol, dan medulla oblongata yang berlanjut pada medulla spinalis.
4. Medula Spinalis
Bagian luar medulla spinalis berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Di bagian tengahnya terdapat canalis centralis.Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.
Medula spinalis, terletak paling belakang pada system saraf pusat, Mengisi canalis vertebralis dari C1 sampai Lumbar (pada anjing) atau sacral (pada kucing). Medula spinalis ini tersusun dari substansia grisea (bagian berwarna coklat) pada bagian tengah dan substansia alba (bagian berwarna putih) pada bagian perifer dan terdapat canalis centralis.



- Susunan Mikroanatomi
1. Cerebrum
Di dalam korteks cerebri terdapat enam lapisan yaitu:
a) Lapisan molekuler (stratum moleculare/pleksiformis), tersusun atas neuron kecil berbentuk kumparan atau disebut neuron horizontal cajan dan jarang.
b) Lapisan granuler eksterna (stratum granulare eksternum), tersusun atas neuron berbentuk bintang (neuron stelat) dan sedikit sel piramid.
c) Lapisan piramidalis eksterna (stratum neuronorum piramidalium eksternum), tersusun atas neuron berbentuk piramid, berukuran lebih besar dari neuron granuler, dan tersusun membentuk kolom atau baris.
d) Lapisan granuler interna (stratum granulare internum), tersusun atas neuron berbentuk bintang (neuron stelat).
e) Lapisan piramidalis interna (stratum neuronorum piramidalium internum), tersusun atas neuron berbentuk piramid membentuk kolom atau baris.
f) Lapisan multiformis (stratum neuronorum fusiformium), tersusun atas neuron dengan beragam bentuk.
Di dalam medulla didominasi oleh serabut saraf bermyelin.

2. Cerebellum
Di dalam korteks cerebelli terdapat tiga lapisan yaitu:
a) Lapisan molekuler (stratum moleculare/pleksiformis), tersusun atas neuron kecil berbentuk kumparan atau disebut neuron horizontal cajan, banyak serabut saraf tanpa myelin yang membentuk pleksus (anyaman) mencolok.
b) Lapisan piriformis (sel purkinje/stratum neuronorum pyriformium), terdiri dari sel saraf multipoler berukuran paling besar, badan sel berbentuk buah apokat, tersusun 1 deret.
c) Lapisan granuler (stratum granulosum), tersusun atas neuron berbentuk bintang (neuron stelat) dan sangat padat.
Di dalam medulla didominasi oleh serabut saraf bermyelin.

3. Medulla spinalis
Di dalam korteks medulla spinalis tersusun atas serabut saraf bermyelin dan tanpa myelin, terutama oligodendrosit dan astrosit fibrosa serta vasa darah. Terdapat tiga area yaitu:
a) Funikulus dorsalis, mengisi daerah antara kolumna dorsale.
b) Funikulus lateralis, mengisi daerah antara kolumna dorsale dan ventrale berdekatan.
c) Funikulus ventralis, mengisi daerah antara kolumna ventralis dorsal kiri dan kanan.
Pembatas antara funikulus dorsalis kiri dan kanan disebut Septum medianum dorsale. Funikulus ventralis kiri dan kanan dipisahkan oleh cekungan yang disebut Fisura mediana ventralis.

Di dalam medulla didominasi oleh serabut saraf bermyelin, berbentuk kupu-kupu atau huruf “H”, didominasi badan sel saraf dan neuroglia terutama astrosit protoplasmik, oligodendrogliosit, mikrogliosit. Pada bagian tengahnya terdapat canalis sentralis yang dindingnya dibatasi oleh sel ependima dan di dalamnya terdapat cairan cerebrospinal. Medula dibagi menjadi 3 area:
 Cornu dorsale, terletak pada daerah kolumna dorsalis, tersusun atas neuron berukuran kecil.
 Cornu lateralis, terletak pada daerah kolumna lateralis, tersusun atas neuron berukuran sedang.
 Cornu ventralis, terletak pada daerah kolumna ventralis, tersusun atas neuron berukuran besar.

4. Sel penyokong (Neuroglia)
Ada empat sel neuroglia yang berhasil diidentifikasi yaitu: Oligodendroglia, Ependima, Microglia, dan Astroglia. Masing-masing mempunyai fungsi khusus.
a. Oligodendroglia merupakan sel glia yang bertanggungjawab menghasilkan myelin dalam susunan saraf pusat. Sel ini mempunyai lapisan dengan substansi lemak mengelilingi penonjolan atau sepanjang sel saraf sehingga terbentuk selubung myelin. Ketika akson menerima impuls saraf, akan di ubah potensial listriknya pada permukaan dari akson. Pada akson yang dibungkus oleh myelin berlawanan dengan potensial aksi dalam serabut yang berdekatan dan terjadi konduksi yang cepat dari impuls saraf didalam akson.
b. Ependima berperanan dalam produksi Cerebro Spinal Fluid. Ependima adalah neuroglia yang membatasi system ventrikel SSP. Sel-sel inilah yang merupakan epitel dari Plexus Coroideus ventrikel otak. Sel ependima merupakan bagian neuroglia tunggal pada amphioxus dan agnathan, merupakan tingkat differensiasi dari sel neuroglia pada craniata lainnya. Meningkatnya perkembangan dari macam-macam sel glial terlihat dari kehidupan agnathan yaitu dari teleosts dan amphibia yaitu dari amniota.
c. Microglia mempunyai sifat-sifat phagocyte yang menyingkirkan bakteri dan debris-debris yang dapat berasal dari sel-sel otak yang mati. Sel jenis ini ditemukan di seluruh SSP dan dianggap berperanan penting dalam proses melawan infeksi. Tidak seperti sel glial lainnya, mereka berasal dari mesodermal (dan tidak ditemukan pada otak yang berkembang sampai setelah pembuluh darah mempunyai zat penetrasi dari otak).
b. Astrocytes atau astroglia berfungsi sebagai “sel pemberi makan” bagi neuron yang halus. Badan sel Astroglia berbentuk bintang dengan banyak tonjolan dan kebanyakan berakhir pada pembuluh darah sebagai kaki perivaskular atau “foot processes”. Bagian ini juga membentuk dinding perintang antara aliran kapiler darah dengan neuron, sekaligus mengadakan pertukaran zat diantara keduanya. Dengan kata lain membantu neuron mempertahankan potensial bioelektris yang sesuai untuk konduksi impuls dan tranmisi sinaptik. Dengan cara ini pula sel-sel saraf terlindungi dari substansi yang berbahaya yang mungkin saja terlarut dalam darah.


Fungsi dan Mekanisme Kerja Sistem Saraf Pusat


Fungsi Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf secara umum, berfungsi:
1. alat koordinasi untuk mengatur dan mengendalikan kerja alat-alat tubuh
2. alat komunikasi untuk mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di luar tubuh
3. pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran.
Fungsi sistem saraf pusat: sebagai pusat koordinasi dari semua aksi yg akan dilakukan oleh tubuh.

a. Otak besar (serebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.
3. Otak kecil (serebelum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.
4. Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
5. Sumsum lanjutan (medulla oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.

6. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Fungsi : penghantaran impuls saraf dari kulit dan otot menuju otak, serta penghntaran impuls saraf dari otak meuju otot dan kelenjar. Selain itu juga pusat gerak refleks.

Mekanisme Kerja Sistem Saraf Pusat
1. Perambatan impuls melalui sel saraf
Rambatan impuls melalui serabut saraf terjadi dalam bentuk pulsa elektrik. Alur impuls yang terjadi yaitu:
Impuls – dendrit – badan sel saraf – neurit – keluar melewati sinapsis
Perambatan impuls ini terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel saraf. Sel saraf pada saat beristirahat bagian luarnya merupakan kutub positif, sedangkan bagian dalamnya kutub negatif. Adanya rangsang dari organ reseptor menyebabkan pembalikan beda potensial (depolarisasi), sehingga terjadi perambatan gelombang sesuai beda potensial.
Variasi kecepatan perambatan gelombang dipengaruhi oleh diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin, yaitu antara 1 sampai 120 m per detik. Pengembalian posisi kepada posisi awal memerlukan waktu sekitar 1/500 sampai 1/1000 detik. Stimulus yang lemah (threshold) tidak dapat menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik, tetapi sebaliknya jika stimulus kuat maka impuls akan dihantarkan sampai ujung akson dan diteruskan kepada sel saraf yang lainnya.
2. Perambatan impuls melalui sinaps
Ujung akson sel saraf membentuk tonjolan sinapsis yang berisi sitoplasma (cairan sel). Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat membran kecil (vesikula sinapsis) yang berisi neurotransmitter. Pada saat impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula melepaskan neurotransmitter. Contoh neurotransmitter yaitu asetilkolin (terdapat di seluruh tubuh), noradrenalin (terdapat di sistem saraf simpatik), dopamin dan serotonin (terdapat di otak). Penempelan asetilkolin pada reseptor menyebabkan terjadinya impuls pada sel saraf berikutnya dengan bantuan enzim asetilkolinesterase.
Perambatan impuls dari sel saraf motorik ke otot pada organ efektor melalui sinapsis. Sinapsis ini berbentuk cawan dan mengelilingi sel otot. Otot yang bergerak dapat menggerakkan organ. Berdasarkan alur stimulus, gerak dibedakan menjadi dua yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa disadari oleh tubuh sedangkan gerak refleks terjadi dalam waktu yang cepat dan spontan dilakukan tubuh.
Gerak Biasa
Gerak biasa merupakan gerak yang disadari terlebih dahulu atau dipengaruhi kehendak. Urutan jalannya impuls pada gerak biasa yaitu:
Stimulus pada organ reseptor – sel saraf sensorik – otak – sel saraf motorik – respon pada organ efektor
Gerak Refleks
Gerak refleks terjadi secara otomatis terhadap rangsangan tanpa kontrol dari otak sehingga dapat berlangsung dengan cepat. Gerak refleks terjadi tidak disadari terlebih dahulu atau tanpa dipengaruhi kehendak. Contoh gerak refleks seperti mengangkat tangan ketika terkena api, mengangkat kaki ketika tertusuk duri, berkedip ketika ada benda asing yang masuk ke mata, bersin serta batuk.
Urutan perambatan impuls pada gerak refleks yaitu:
Stimulus pada organ reseptor – sel saraf sensorik – sel saraf penghubung (asosiasi) pada sumsum tulang belakang – sel saraf motorik – respon pada organ efektor.
Jalan pintas pada gerak refleks yang memungkinkan terjadinya gerakan dengan cepat disebut lengkung refleks. Macam gerak refleks yaitu refleks otak dan refleks sumsum tulang belakang. Refleks otak terjadi apabila saraf penghubung (asosiasi) terdapat di dalam otak, seperti gerak mengedip atau mempersempit pupil pada saat ada cahaya yang masuk ke mata. Refleks sumsum tulang belakang terjadi apabila sel saraf penghubung terdapat di dalam sumsum tulang belakang seperti refleks pada lutut.

Referensi

Buku:
Dellman, HD dan Brown, EN.1987.Textbook of Veterinary Histology.USA: Lea and Fabiger
Getty, Robert.1975.The Anatomy of The Domestic Animals, 4th ed.Philadelpia:WB. Saunders
Company
Guyton, AC dan Hall, AJ.2000.Textbook of Medical Physiology 9th ed.Philadelpia:WB.
Saunders Company



Internet:

Singgih, Sarwitono Amin, dr.PFK.2003.Sistem Saraf Sebagai Sistem Pengendali Tubuh dalam
http://ikdu.fk.ui.ac.id/SISTEM_PENGENDALI_TUBUHsas.pdf (diakses tanggal 11 April
2011)
Nugroho.2010. Sistem Saraf dalam http://blog.unila.ac.id/gnugroho/files/2010/12/SISTEM
SARAF.pdf (diakses tanggal 11 April 2011)
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0082%20
Bio%202-9a.htm (diakses tanggal 12 April 2011)
www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/psikologi_faal/bab2_sistem_saraf.pdf (diakses
tanggal 12 April 2011)
http://www.slideshare.net/basil_miaw/power-point-anatomi-fisiologi-sistem-saraf (diakses
tanggal 12 April 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar